Jumat, November 26, 2010

Mimpi

Baru saja tadi sebelum menyelesaikan mandi dan terhenti di satu bilik warnet dekat rumah, tadi, hanya sesaat sebelum terbangun dari lelap tiba-tiba saja tubuh di bungkus mimpi dibawanya pada perjumpaan dengan alm. kakek.
Sudah begitu lama rasanya tidak mengingat kakek, lebih lama lagi untuk mimpi tentang kakek. bukan berarti keterlaluan bagaimana seorang cucu bisa begitu jarang mengingat kekeknya tapi inilah adanya.
Tapi untuk masalah mimpi. siapa yang bisa mengatur untuk memimpikan satu hal tertentu; kakek, orang tua, pacar, hutang atau hal lain. mungkin ini masih wajar, natural tepatnya.

Bicara tentang mimpi, mungkin benar apa yang disebut oleh Sigmund Freud, yang membagi pikiran manusia menjadi Id, Ego dan Super Ego.

Id; kira2 keinginan kita, Ego; keinginan nalar kita (inilah yang akhirnya memfilter keinginan kita yang sebenarnya dan terakhir Super Ego; Masyarakat/society (keinginan kita yang telah difilter oleh nalar lagi-lagi harus terima disortir oleh keinginan masyarakat.

Hubunganya dengan mimpi saya tentang kakek saya adalah, menurut Freud, bahwa ketika Id tidak mampu menembus Ego dan Super Ego sehingga tidak muncul pada realitas yang sebenarnya maka hal tersebut cenderung muncul pada realitas yang disediakan oleh mimpi karena di mimpi saya tidak perlu memfilter keinginan saya dengan ego dan tidak akan mencoba menyesuaikan dengen superego; masyarakat. justru disinilah realitas akan saya yang sebenarnya sedang menemukan dirinya tanpa perlu memenuhi keinginan ego dan super ego.

Bukankah hal ini justru menyimpulkan bahwa ada keinginan (saya) untuk bertemu dengan kakek, namun karena Ego saya merasa bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi belum lagi super ego; masyarakat pun akan menganggap aneh jika saya memaksa untuk bertemu dengan Alm. kakek saya maka jelas (menurut Freud) bahwa ada hal yang tidak terpenuhi dari diri saya (dengan bukti bahwa realitas menemukan dirinya pada mimpi saya) yaitu rasa rindu untuk bertemu kakek .

Ah..itu menurut Freud, mungkin benar atau justru saya yang salah memahami, tapi bisa jadi itulah adanya: bahwa saya begitu ingin bertemu dengan kakek. terserah Freud, saya? saya memang (mungkin) rindu bertemu kakek, meski hanya di mimpi. realitas yang bukan real menurut masyarakat, tapi sepertinya lebih real menurut saya. ya, mimpi.

Link:
Download Sigmund Freud 'The Interpretation of Dreams' (English version)

Saran:
Lebih baik membeli di toko buku terdekat

27-03-2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar