Rabu, Oktober 07, 2009

Langit, Bumi, Matahari

Sajak Langit
Seharian langit pucat

Dijahitnya celah rekah;

Arah matahari merobek

Menjerang cerah wajah


Sajak Bumi

Kiranya mencipta senyap

Bumi seakan lelap,

Tak dihiraukannya langit

Menahan air mata di pelupuk


Sajak Matahari

“Kemana Aku menempat?,

Rujuklah kau dengan langit

Tak mungkin bagiku

Terbit di kerdil tubuhmu.”

sore late, kamar inside, earth day 22-04-09

Gigil

Dikirimkanya denyut menggelayut
Awalnya lemah tersambut, namun

Tubuhmu serupa oleng, entah

Gemeretak yang disebutnya gigil


a sudden defrag dini pagi 24-04-09

Menunggu Lelap

Malam telah lari kemana
Padaku dititipkanya gerhana;
Serupa senyap tertutup jaga.
“Ah..biar ku tunggu lelap tiba”

a sudden brain defrag 07-10-09. 03:01


Jalan Biasanya

Hanya beberapa jam tadi
Aku lewat jalan biasanya
Semua biasa, terbiasa dengan semua
Biasabiasa saja, entah
·
Beberapa ratus menit lalu
Aku lewat jalan biasanya
Tak ada hal luar biasa
Sama saja biasa, entah
·
Hanya sesaat sebelum sekarang
Aku lewat jalan biasanya
Serupa terpaksa terbiasa pada
Wajah bukan biasanya, entah.

“pita street” trembling 18:11, 29-04-2009

Rumah Sepi

Padanya disisakan gelap
diaduknya dengan senyap
tak ada pengap, tapi
disembunyikannya lelap
·
“Rumah sepi”
·

dingin membekap diri
serupa cair lari menjinjing kaki
beku kelu jadi ganti
iya, mati di rumah sepi.

blank brain filled suddenly01-05-09 23:23

Bingung

kepalamu dipegang disobek
dituang isinya pada cangkir
diseduh didih air membulir
meringis kau; lebur otakmu
diaduk melingkar memutar
muncul di matamu pendar
keruh; bingung meminummu
sudden defrag; hmmm..’d’ 13,05,09 at 5:06 am

Di Rumah Ada Apa?

di rumah ada apa?
rasanya cukup lama
melewatinya begitu saja
melupakan sekedar jeda
·
di rumah ada apa?
mungkin telah lupa
atau lupa terlupa
pada semua rupa
·
di rumah ada apa?
tumpukan barang lama?
masih ada sisa?
atau tak ada apaapa?

untuk ‘rumah’ tempat lelah, lelah menempat. 02,06,09 - 11:40 am

Sajak Rindu

kiranya, cukup di sini pada taman hidup
tempat lelap ditimang redup
jantung memompa lembut meletup
diciptanya resah berdegup gemeretup:
“Kasih, padamu kumewujud gugup.”

danau taman hidup, Argopuro 03-09


Selasa, Oktober 06, 2009

Pindah Blog

Beberapa alasan
Beberapa tuntutan
Bukan dari luaran
Tapi dalam diri
Menginginkan

iseng mind in starting point