Seharian langit pucat
Dijahitnya celah rekah;
Arah matahari merobek
Menjerang cerah wajah
Sajak Bumi
Kiranya mencipta senyap
Bumi seakan lelap,
Tak dihiraukannya langit
Menahan air mata di pelupuk
Sajak Matahari
“Kemana Aku menempat?,
Rujuklah kau dengan langit
Tak mungkin bagiku
Terbit di kerdil tubuhmu.”
sore late, kamar inside, earth day 22-04-09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar