Rabu, Oktober 07, 2009

Langit, Bumi, Matahari

Sajak Langit
Seharian langit pucat

Dijahitnya celah rekah;

Arah matahari merobek

Menjerang cerah wajah


Sajak Bumi

Kiranya mencipta senyap

Bumi seakan lelap,

Tak dihiraukannya langit

Menahan air mata di pelupuk


Sajak Matahari

“Kemana Aku menempat?,

Rujuklah kau dengan langit

Tak mungkin bagiku

Terbit di kerdil tubuhmu.”

sore late, kamar inside, earth day 22-04-09

Tidak ada komentar:

Posting Komentar