Aku sore ini datang
Mengunjugimu:berharap
Tak bersua muka, sebab
Telah kubawa cermin
Sebagai ganti agar
Kau temu dirimu
Tanpa menggali mataku
Mengaduk hatiku yang
Padanya tak menuju kemana
Tak memberimu apa
Terkecuali duka.
Cermin itu: bawalah kemana
Engkau suka, niscaya
Kan kau raba dimana
Rasa
Yang pada mimpi mencarimu
Berharap sebuah temu
Dan padanya tak kenal pulang
Maka kaulah labuh akhir
Atas anasir, atas takdir.
Jika telah kau bawa:
Cermin itu, simpanlah.
Jauhkan dia atas debu
Namun, apa kiranya debu?
Tak mampu menyaru
Mengelabuhimu lewat kata
Yang diucapkan lewat angin
Yang mencipta deru, maka
Satusatunya cara tentulah
Membantingnya, memecahruah.
Aku sore tadi datang
Menghindarimu: meyakini
Kau terlampau mafhum
Pada dirimu bukan aku
Maka lenyap percik
Wujudku pada sela
Muntahan cermin pada
Sela kakimu sesaat sebelum
Kurayakan waktu atas
Sederhana menyecap diri
Serupa apatis meluap peduli
Surabaya, Tutup April 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar