:R
bahasa kita adalah kesunyian
suara telah menjelma gelembung
tak sanggup kita pecahkan:
melambung
kitapun limbung
mata kita tak mampu mengeja
kekosongan adalah satusatunya rasa
atas berderet huruf serta angka
yang padanya kita begitu alpa
lalu adalah debar
gelombang tak sanggup mengalir
apalagi berdesir
adieu
adieu
adieu
Jumat, Agustus 19, 2011
Jumat, Juni 10, 2011
Mafhum
Aku akan menjemputmu
bukan hari ini
ketika kereta
tak mampu
menyeret tubuhnya
yang keras
pada rel yang
terlampau jenuh
putaran rodanya.
Aku akan menjemputmu
mungkin besok
ketika angkot
tak lagi berkelok
mencoba semua jalur
seakan dialah
kaki terkuat
maka mesti mengulat
berputar melingkar.
Aku akan menjemputmu
saat ini juga
saat aku rasa
aku butuh pulang
butuh membelai pintumu
menghirup udara
dalam paru
ruang tamumu
dan menerobos
dalam ruang
yang tak seorang
kau izinkan
kecuali dirimu
karena aku..kau telah tahu.
bukan hari ini
ketika kereta
tak mampu
menyeret tubuhnya
yang keras
pada rel yang
terlampau jenuh
putaran rodanya.
Aku akan menjemputmu
mungkin besok
ketika angkot
tak lagi berkelok
mencoba semua jalur
seakan dialah
kaki terkuat
maka mesti mengulat
berputar melingkar.
Aku akan menjemputmu
saat ini juga
saat aku rasa
aku butuh pulang
butuh membelai pintumu
menghirup udara
dalam paru
ruang tamumu
dan menerobos
dalam ruang
yang tak seorang
kau izinkan
kecuali dirimu
karena aku..kau telah tahu.
Minggu, Juni 05, 2011
Sibuk
kita adalah kekasih
aku dan kau:kesibukan.
meski memang
sesekali jenuh
datang merayu: dia
tahu dia begitu ayu, namun
percayalah laiknya kekasih,
aku tak kemana
terkecuali mengubur diri
pada debur laku
atas perintah
atas sadar
atas niscaya
atas segala anasir yang kau cipta.
maka akulah debu
tak letih mengendap
tak peduli berjuta kali
bersih memburuku.
aku adalah sibuk
tak peduli jenuh
mengurai ngilu
karena rutin
sekarang jiwaku.
maka ingatlah wahai kekasihku:
aku dan kau adalah sepasang binar terang
telah lupa cara gelap merangsang
aku dan kau adalah rekah tawa
telah kubuang gelisah duka
namun bukankah kita
serupa berjutapasang kekasih lainnya
aku mungkin sesekali mendua
aku mungkin suatu saat tak lagi sibuk
aku mungkin seketika tergoda
oleh jenuh
oleh temaram
oleh kesunyian
oleh kehampaan
oleh ketidakhadiran
karena aku mungkin
salah ucap
banal berjanji
lemah ingat
atau aku memang
hanyalah manusia
sebuah prototipe lama.
maklumlah!
aku dan kau:kesibukan.
meski memang
sesekali jenuh
datang merayu: dia
tahu dia begitu ayu, namun
percayalah laiknya kekasih,
aku tak kemana
terkecuali mengubur diri
pada debur laku
atas perintah
atas sadar
atas niscaya
atas segala anasir yang kau cipta.
maka akulah debu
tak letih mengendap
tak peduli berjuta kali
bersih memburuku.
aku adalah sibuk
tak peduli jenuh
mengurai ngilu
karena rutin
sekarang jiwaku.
maka ingatlah wahai kekasihku:
aku dan kau adalah sepasang binar terang
telah lupa cara gelap merangsang
aku dan kau adalah rekah tawa
telah kubuang gelisah duka
namun bukankah kita
serupa berjutapasang kekasih lainnya
aku mungkin sesekali mendua
aku mungkin suatu saat tak lagi sibuk
aku mungkin seketika tergoda
oleh jenuh
oleh temaram
oleh kesunyian
oleh kehampaan
oleh ketidakhadiran
karena aku mungkin
salah ucap
banal berjanji
lemah ingat
atau aku memang
hanyalah manusia
sebuah prototipe lama.
maklumlah!
Rabu, Mei 18, 2011
This Posting May be a Mistake..??!
"Which is it? is man only God's mistake or God only man's mistake?" -Nietzche, Twilight of The Idols.
Rabu, Mei 11, 2011
Biarkan Saya Jengah Sebentar
Saya sedang membenci negeri-negeri pemodal. Seperti yang terlihat di belakang saya. Semuanya hanya untuk membuat kita laiknya anjing yang hebat jika mampu memiliki penciuman tinggi. Padahal tak lebih hanya tunduk pada bau yang seakan membuktikan kita tak pernah punya daya tawar. Saya benci amerika karena itu saya MEMBELAKANGI 'produknya ' yang satu ini. Saya sebenarnya (mungkin) juga akan benci Indonesia jika bertingkah laiknya Amerika jika tiba-tiba kaya (yah meski sedikit lama atau berat).
Langganan:
Postingan (Atom)

